Postingan

Tugas Mandiri 12

LAPORAN OBSERVASI Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan Tahap 1: Persiapan dan Lokasi Observasi Observasi dilakukan di kantin kampus selama 60 menit pada jam makan siang, yaitu pukul 11.30–12.30. Pada waktu tersebut, aktivitas pembelian makanan dan minuman sangat tinggi sehingga perilaku konsumsi dapat diamati dengan jelas. Alat yang digunakan dalam observasi berupa buku catatan dan ponsel untuk dokumentasi pribadi. Tahap 2: Hasil Pengamatan Berdasarkan hasil observasi, ditemukan lima contoh praktik konsumsi yang dikategorikan sebagai tidak berkelanjutan. Pertama, penggunaan sendok dan garpu plastik sekali pakai sangat dominan. Hampir semua pembeli menggunakan alat makan plastik yang langsung dibuang setelah selesai makan. Kedua, pembelian minuman dalam botol plastik sekali pakai juga sangat tinggi. Konsumen jarang membawa botol minum sendiri. Ketiga, banyak makanan dibungkus menggunakan styrofoam yang diketahui sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Keempat, penggunaan sedotan p...

Tugas Mandiri 11

ANALISIS POTENSI REVERSE LOGISTICS Produk: Baterai Smartphone Bekas (E-Waste) 1. Pendahuluan Pemilihan Produk dan Alasan Produk yang dipilih dalam analisis ini adalah baterai smartphone bekas yang termasuk dalam kategori limbah elektronik (e-waste). Baterai smartphone dipilih karena hampir setiap pengguna ponsel akan menghasilkan limbah baterai dalam siklus 2–3 tahun pemakaian. Selain itu, baterai lithium-ion mengandung material berbahaya seperti lithium, kobalt, dan nikel yang dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar, namun memiliki nilai ekonomi tinggi apabila didaur ulang. Produk ini memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam sistem alur balik (reverse logistics) karena komponennya bernilai, mudah dikumpulkan, dan volume limbahnya terus meningkat seiring pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia. Fokus analisis ini adalah menjawab pertanyaan: Apakah baterai smartphone bekas telah memiliki sistem alur balik yang efektif di Indonesia, dan bagaimana potensi penge...

Tugas Terstruktur 09

Gambar
Produk: Botol Shampoo Plastik 200 ml ANALISIS DESAIN PRODUK BERDASARKAN DESIGN FOR ENVIRONMENT (DfE) 1. Pemilihan Produk Produk yang dianalisis adalah botol shampoo plastik ukuran 200 ml yang umum digunakan sehari-hari. Produk ini mudah ditemukan di rumah dan digunakan secara rutin oleh banyak orang. Produk didokumentasikan melalui foto kemasan depan dan belakang. 2. Analisis Desain Awal Fungsi utama produk: Sebagai wadah shampoo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Material yang digunakan: * Botol: plastik PET/HDPE * Tutup: plastik PP * Label: plastik/kertas berlapis * Isi: cairan shampoo berbahan kimia Karakteristik desain: * Bentuk: silinder ergonomis * Ukuran: ±200 ml * Warna: botol berwarna terang (hijau/biru/putih) * Tutup: flip cap * Elemen desain: logo, gambar, dan informasi produk Desain dibuat menarik secara visual dan nyaman digenggam, namun fokus utama masih pada estetika dan fungsi, bukan keberlanjutan. 3. Identifikasi Masalah Lingkungan (Berdasarkan Prinsip DfE) a....

Tugas Mandiri 06

OBSERVASI LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) BERDASARKAN ISO 14040 Produk: Hand Sanitizer Cair 1. Ringkasan Konsep ISO 14040 Berdasarkan ISO 14040, Life Cycle Assessment (LCA) bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan suatu produk sepanjang siklus hidupnya, mulai dari ekstraksi bahan baku hingga akhir masa pakai. Tahapan utama LCA meliputi: 1. Goal and Scope Definition: menentukan tujuan studi, unit fungsional, dan batas sistem. 2. Life Cycle Inventory Analysis (LCI): mengidentifikasi semua input dan output. 3. Life Cycle Impact Assessment (LCIA): menilai potensi dampak lingkungan. 4. Interpretation: menarik kesimpulan dan rekomendasi perbaikan. Unit fungsional adalah satu botol hand sanitizer 100 ml. Batas sistem mencakup proses dari bahan baku hingga distribusi dan pembuangan kemasan. 2. Observasi Produk Nyata Nama produk: Hand sanitizer cair kemasan botol plastik Fungsi utama: Membersihkan tangan dari kuman tanpa air Lokasi observasi: rumah 3. Input – Output Produksi Produk Produk: Ha...

Tugas Terstruktur 05

ANALISIS SIKLUS HIDUP PRODUK Produk: Sabun Mandi Batang 1. Diagram Siklus Hidup Produk Diagram Alur Siklus Hidup Ekstraksi Bahan Baku → Produksi → Distribusi → Konsumsi → Pengelolaan Limbah Penjelasan Tiap Tahap (a) Ekstraksi bahan baku * Minyak kelapa / minyak sawit * Bahan kimia (NaOH, pewangi, pewarna) * Air (b) Produksi * Pencampuran bahan * Proses saponifikasi * Pencetakan sabun * Pengemasan (c) Distribusi * Transportasi dari pabrik ke distributor * Distribusi ke toko dan konsumen (d) Konsumsi * Penggunaan sabun untuk mandi * Pemakaian air selama penggunaan (e) Pengelolaan limbah * Kemasan dibuang * Sisa sabun masuk ke saluran air Batas Sistem Analisis mencakup: * Transportasi bahan baku dan produk * Penggunaan energi dalam produksi * Penggunaan air saat konsumsi * Pengelolaan limbah kemasan * Tidak mencakup pembangunan pabrik dan alat produksi Asumsi * Sabun berbahan dasar minyak sawit * Masa pakai: ±1 bulan per batang * Kemasan plastik/kertas * Limbah kemasan dibuang ke tempat s...

Tugas Mandiri 05

ANALISIS SIKLUS HIDUP PRODUK Produk: Botol Air Minum Plastik Sekali Pakai (PET) 1. Identifikasi Produk Nama produk: Botol air minum plastik PET 600 ml Fungsi utama: Wadah air minum siap konsumsi Perkiraan masa pakai: 1 hari (sekali pakai) 2. Fase-Fase Siklus Hidup Produk 1. Ekstraksi bahan baku    Bahan baku utama berasal dari minyak bumi yang diekstraksi melalui proses pengeboran. Minyak bumi kemudian diolah menjadi bahan plastik PET. 2. Proses produksi    Minyak bumi diolah menjadi resin PET, kemudian dicetak menjadi botol plastik. Proses ini membutuhkan energi listrik dan panas dalam jumlah besar. 3. Distribusi dan transportasi    Botol plastik dikirim ke pabrik pengisian air, lalu didistribusikan ke toko, supermarket, dan pedagang menggunakan kendaraan bermotor. 4. Penggunaan oleh konsumen    Konsumen membeli botol air, mengonsumsinya dalam waktu singkat, lalu botol menjadi sampah. 5. Akhir masa pakai / pengelolaan limbah    Botol da...

Tugas Mandiri 04

RINGKASAN KRITIS IMPLEMENTASI CIRCULAR ECONOMY A. Identifikasi Sumber  Judul Artikel: Circular Economy Strategies for Sustainable Textile Production: A Case Study of H&M Group Penulis: Niero, M., & Hauschild, M. Z. Tahun Publikasi: 2021 Sumber: Journal of Cleaner Production, Vol. 329, 129774. Penerbit: Elsevier (Scopus-indexed) B. Ringkasan Eksekutif  Artikel ini membahas penerapan prinsip circular economy dalam industri tekstil, dengan fokus pada strategi keberlanjutan H&M Group sebagai salah satu produsen pakaian global terbesar. Latar belakang studi ini berangkat dari permasalahan limbah tekstil yang terus meningkat akibat model produksi fast fashion yang bersifat linear (“take–make–dispose”). Tujuannya adalah mengevaluasi sejauh mana inisiatif H&M dalam mendesain produk, pengelolaan limbah, dan rantai pasok mencerminkan prinsip ekonomi sirkular. Metodologi yang digunakan adalah analisis life cycle assessment (LCA) dan wawancara dengan pemangku kep...