Tugas Mandiri 05
ANALISIS SIKLUS HIDUP PRODUK
Produk: Botol Air Minum Plastik Sekali Pakai (PET)
1. Identifikasi Produk
Nama produk: Botol air minum plastik PET 600 ml
Fungsi utama: Wadah air minum siap konsumsi
Perkiraan masa pakai: 1 hari (sekali pakai)
2. Fase-Fase Siklus Hidup Produk
1. Ekstraksi bahan baku
Bahan baku utama berasal dari minyak bumi yang diekstraksi melalui proses pengeboran. Minyak bumi kemudian diolah menjadi bahan plastik PET.
2. Proses produksi
Minyak bumi diolah menjadi resin PET, kemudian dicetak menjadi botol plastik. Proses ini membutuhkan energi listrik dan panas dalam jumlah besar.
3. Distribusi dan transportasi
Botol plastik dikirim ke pabrik pengisian air, lalu didistribusikan ke toko, supermarket, dan pedagang menggunakan kendaraan bermotor.
4. Penggunaan oleh konsumen
Konsumen membeli botol air, mengonsumsinya dalam waktu singkat, lalu botol menjadi sampah.
5. Akhir masa pakai / pengelolaan limbah
Botol dapat didaur ulang, namun banyak yang berakhir di TPA, sungai, atau laut sehingga mencemari lingkungan.
3. Analisis Potensi Dampak Lingkungan
Ekstraksi bahan baku:
* Konsumsi energi tinggi
* Kerusakan ekosistem akibat pengeboran minyak
* Emisi gas rumah kaca
Proses produksi:
* Penggunaan energi listrik dan bahan bakar
* Emisi karbon dari pabrik
* Limbah cair industri
Distribusi dan transportasi:
* Emisi gas buang kendaraan
* Konsumsi bahan bakar fosil
Penggunaan oleh konsumen:
* Potensi pemborosan karena hanya sekali pakai
Akhir masa pakai:
* Limbah plastik sulit terurai
* Potensi mencemari tanah dan air
* Dapat didaur ulang menjadi produk plastik lain jika dikelola dengan benar
4. Refleksi Pribadi (±200 kata)
Setelah melakukan observasi terhadap botol air minum plastik, saya menyadari bahwa produk sederhana yang sering saya gunakan ternyata memiliki dampak lingkungan yang cukup besar. Hal yang paling mengejutkan adalah masa pakainya yang sangat singkat dibandingkan dengan waktu penguraiannya di alam yang bisa mencapai ratusan tahun. Proses produksi dan distribusinya juga membutuhkan energi besar dan menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Produk ini sebenarnya dapat didesain ulang agar lebih ramah lingkungan, misalnya dengan menggunakan bahan biodegradable, meningkatkan penggunaan plastik daur ulang, atau mendorong sistem botol isi ulang. Selain itu, desain botol yang lebih tebal dan tahan lama dapat mendorong penggunaan ulang oleh konsumen.
Sebagai konsumen, saya memiliki peran penting dalam mengurangi dampak siklus hidup produk ini. Saya dapat membawa botol minum sendiri, memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan, serta memilah sampah agar dapat didaur ulang. Dengan mengubah kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari, saya dapat ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi permasalahan sampah plastik.
Komentar
Posting Komentar